Selasa, 29 Januari 2013

Contoh Laporan Kegiatan


LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENJUALAN ROTI BAKAR

Pendahuluan
Dalam menghadapi tantangan bisnis termasuk menghadapi customer maka sebagai mahasiswa kita juga harus belajar dalam memasarkan suatu produk. Kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai peluang untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk menjai wirausahawan.  Walaupun usaha yang kami jalankan dilakukan dalam waktu singkat  namun mungkin bisa menjadi peluang bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba.

Selasa, 11 Desember 2012

PROPOSAL USAHA ROTI BAKAR


I. JUDUL 
Judul dalam pelaksanaan ini adalah Usaha Roti Bakar yang Sehat dan Bergizi.

II. LATAR BELAKANG
Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.

Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat. Bisa dibilang roti merupakan makanan  pengganti nasi, karena memiliki nilai karbohidrat yang hampir setara dengan nasi.  

Minggu, 18 November 2012

LA SIAK CARD FILE DAN INVENTORY


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

Mata Praktikum       : SIAK
Kelas                        : 2IA23
Praktikum ke-          : 3
Tanggal                   : 9 NOVEMBER 2012
Materi                      : Card File dan Inventory
Nama                       : Alifnesia Rifatima
NPM                        : 50411609
Nama PJ                  : Arif Abdul Aziz
Jumlah Lembar        :  9 lembar



LABORATORIUM INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

Senin, 15 Oktober 2012

mengenal teknologi sensor kamera ponsel

 Mengenal Teknologi Sensor Kamera Ponsel

Awalnya, chip kamera yang ditanamkan pada sebuah ponsel hanyalah sebuah fitur tambahan. Namun pada akhirnya teknologi kamera pada ponsel tampak berkembang pesat. Dari kamera masih sebatas VGA, 1.3 MP lalu 2 MP sampai saat ini Nokia 808 PureView yang telah mengusung kamera superior berukuran 41 MP.
Diawali sejak tahun 2003 dimana beberapa ponsel tanpa kamera yang memiliki dukungan untuk MMS haruslah menggunakan kamera eksternal yang dapat dihubungkan dengan kabel kecil atau langsung ke port data di dasar telpon yang pada waktu itu hanya menawarkan resolusi VGA atau CIF. Seperti Siemens SL55, Sony Ericsson T230 atau Sony Ericsson T68i. sayangnya kamera eksternal jenis ini biasanya tidak kompatibel dengan ponsel yang lebih baru.
Saat ini ponsel berkamera sudah memiliki teknologi yang canggih yang memiliki hasil foto yang sebanding dengan kamera digital standar. Seperti Nokia N8 dengan lenasa 12 MP autofocus dengan fitur optik Carl Zeiss dengan Xenon flash. Tapi tahukah Anda bahwa teknologi sensor kamera yang ada pada sebuah ponsel teridri dari 2 jenis yakni jenis CCD dan CMOS.
CCD (charge Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah dua teknologi sensor kamera yang berbeda untuk menangkap gambar secara digital. Masing-masing memiliki kekuatan unik dan mempunyai kelebihan dibanding yang lain.
Kedua jenis sensor kamera tersebut mengubah cahaya menjadi muatan listrik dan berproses menjadi sinyal elektronik. Dalam sebuah sensor CCD, setiap piksel yang ditransfer melalui jumlah yang sangat terbatas dan akan dikonversi sebagai sinyal analog. Semua piksel dikhususkan untuk menangkap cahaya sehingga mendapatkan kualitas gambar yang tinggi.
Keuntungan terbesar dari sensor CMOS adalah bahwa teknologi ini biasanya lebih murah dibandingkan sensor CCD. Sementara kekurangan dari CMOS dibanding CCD karena sensor CMOS biasanya menangkap baris pada satu waktu dalam waktu kurang lebih 1/60th atau 1/50th per detik (tergantung pada refresh date) sehingga menimbulkan gambar miring (ke kiri atau ke kanan tergantung pada arah kamera atau gerakan subjek). Misalnya, ketika mobil bergerak dengan kecepatan tinggi, mobil tidak akan terdistorsi tapi latar belakang akan tampak miring. Sebuah sensor CCD tidak memiliki masalah ini, sehingga mampu menuangkan seluruh gambar sekaligus ke dalam satu bingkai.


Beberapa perbedaannya antara lain :
Sensor CCD, kualitasnya tinggi, gambarnya low noise.
Sensor CMOS lebih rentan terhadap gangguan dan banyak noise.
                               -
Sensor CMOS memiliki beberapa transistor yang terletak di sampingnya sehingga kepekaan chip CMOS cenderung rendah.
CCD mengonsumsi daya sebanyak 100 kali lebih dibandingkan sensor CMOS.
CMOS mengkonsumsi daya lebih kecil sekaligus menghasilkan sensor berdaya rendah.

CMOS dapat dibuat pada hampir semua lini produksi, sehingga mereka cenderung sangat murah dibanding sensor CCD.
Sensor CCD telah diproduksi masalh dalam jangka waktu yang lama, sehingga cenderung memiliki kualitas lebih tinggi dan piksel lebih baik.




SUMBER :
Tabloid PULSA  Dwi Mingguan Edisi 241 th X/2012/29 Agustus – 11 September

Sabtu, 30 Juni 2012

makna pengabdian


Makna Pengabdian

Artikel tentang pengabdian:
4 TIPE PENGABDIAN
Ada sebuah cerita yang menggambarkan empat tipe pengabdian ; Pada suatu hari, seorang kaya raya mempunyai empat istri harus pergi keluar negeri untuk suatu tugas penting. Ia tinggal beberapa bulan diluar negeri.
Sebelum pulang ia menulis surat kepada masing-masing istrinya. Dalam surat itu dikatakan bahwa ia akan pulang beberapa minggu lagi dan jika ada sesuatu yang diinginkan dari luar negeri itu, mereka boleh mengirim daftar barngnya dan dengan senang hati ia akan membawa barang-barang itu untuk mereka. Istri yang keempat adalah yang termuda dank arena itu banyak sekali keinginannya. Ia menulis, “suami tercinta, belikanlah saya beberapa perhiasan yang indah, beberapa sari sutra, dan semua barang baru yang sedang model di sana”. Sang suami yang menerima surat itu lalu pergi membeli barang-barang tersebut. Istri yang ketiga kurang ceria, ia menderita berbagai penyakit. Ia mengirimi suaminya daftar obat dengan penjelasan bahwa kesehatannya sedang terganggu dan ia ingin mendapatkan obat-obatan luar negeri agar kesehatannya membaik. Istri yang kedua memiliki minat spiritual yang besar. Ia menulis kepada suaminya meminta buku-buku yang baik di negeri itu, buku tentang kehidupan orang suci yang agung yang menggambarkan pengalaman hidup mereka. Istri ini selalu mencari buku spiritual yang baik yang dapat menimbulakan inspirasi dalam cita-cita kerohaniannya, karena itu ia minta agar suaminya mencarikan buku-buku seperti itu dan membawakan untuknya. Istri pertama menulis, “ sayangku, saya tidak membutuhkan apa-apa untuk diri saya sendiri. Saya akan senang sekali kalau engkau bisa pulang dalam keadaan selamat dan sehat walafiat.”
Ketika pulang ia membawa apa yang diminta oleh istri-istrinya. Untuk yang termuda, istri yang keempat, ia membawa perhisan dan sri sutra yang indah-indah. Untuk istri yang ketiga ia membawa obat-obatan dan tonikum yang mutakhir. Untuk istri yang kedua ia bawakan beberapa kitab suci dan buku kerohanian lainnya. Kemudian ia tinggal bersama pertama yang menulis, “pulanglah dengan selamat. Saya tidak butuh apa-apa”. Istri ini hanya membutuhkan suaminya sendiri. Ketiga istri lainnya merasa iri hati pada istri yang pertama karena suaminya tinggal bersama dia. Mereka mengirimkan pesan yang isinya, “setelah sekian lama tidak bertemu dengan kami, satu kali pun kanda tidak datang mengunjungi kami. Apa gerangan sebabnya ?” Sang suami menjawab, “aku telah berikan engakau masing-masing apa yang engkau minta. Salah satu dari engkau meminta perhiasan yang terbaru, sudah aku belikan; yang lain minta obat-obatan, aku bawakan. Yang satu lagi meminta buku-buku kerohanian, telah kubawakan pula. Yang terakhir menginginkan diriku sendiri, maka aku tinggal bersama dia sekarang,” Suami ini melambangkan Tuhan Sendiri, dan keempat istrinya ibaratkan keempat jenis pengabdian. Tuhan akan memberikan engkau apa yang engkau minta.

Pendapat saya..
Cerita ini sangat berkesan untuk saya, sebab dalam cerita ini dikisahkan tentang jenis-jenis pengabdian manusia pada sesuatu yang diyakininya dan dilambangkan melalui sifat dan keadaan istri-istri Si saudagar. Istri yang paling muda melambangkan manusia yang bersifat hedonisme, yang berarti bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah kenikmatan, kesenangan dan kepuasan lahiriah. Seperti sifat istri ke empat yang dikatakan meminta berbagai perhiasan dan barang mahal,
Istri yang ketiga dikatakan kurang ceria dan memiliki penyakit dan meminta berbagai obat-obatan, dapat diartikan bahwa istri ketiga melambangkan sifat Rasionalis. Menyukai kebenaran tentang pengetahuan dan sumbernya dari rasio atau hal yang berdasarkan pengetahuan dan kebenaran yang memiliki bukti yang nyata.
Istri yang kedua melambangkan sifat idealisme/spiritualisme. Yaitu filsafat yang mengatakan bahwa ide/spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia. Sesuai dengan sifat sang istri kedua yang menyukai hal-hal yang berbau spiritual seperti kitab-kitab suci dan buku kerohanian.
Istri yang pertama mengatakan bahwa Ia hanya menginginkan suaminya untuk pulang dengan selamat. Istri ini melambangkan sebuah pengabdian yang besar dari istri kepada suaminya dan juga dapat dikatakan melambangkan pengabdian kita, para manusia yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan kepada sang pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini menarik, karena ternyata tidak cukup bermodalkan harta benda di dunia yang tidak kekal, pemikiran rasional yang memiliki dasar ilmu pengetahuan, dan juga minat terhadap spiritualisme yang tinggi untuk mencapai pengabdian sempurna kepada sang pencipta, namun ketulusan dan keikhlasan kita untuk beribadah kepada Tuhan lah yang utama. Jangan mengharapkan apapun saat kita menjalankan suatu ibadah, karena Tuhan pasti akan membalas semua kebaikan yang kita lakukan berkali-kali lipat lebih besar untuk kita.

おわり
Sumber :